Minggu, 18 April 2010

Puisi Matematika

Rasa sayangku padamu bagaikan bilangan positif
Tak memiliki ujung bak lingkaran
Begitu besar bagai bilangan berpangkat tak terhingga
Takkan terbagi-bagi laksana bilangan pirma

Engkau begitu istimewa, seistimewa bilangan kelipatan 9
Bila tak di sampingmu ku merasa kosong
Tak menentu bagaikan bilangan imajiner

Cintaku selalu tegak, setegak garis singgung lingkaran terhadap jari-jarinnya
Akan selalu utuh, seutuh bilangan bulat
Takkan terpecah bagai bilangan cacah

Ku harap... rasa sayangku dan sayangmu bagaikan sisi bujur sangkar
Memiliki besar cinta yang sama seperti sudut-sudut segitiga sama sisi
Tak berliku-liku bagai metode sinus cosinus

sumber : facebook ==> SOUL-MATE-MATIKA oleh BiBi Busrol Javaboy

Minggu, 11 April 2010

Rumus Cepat Matematika


Buku matematika praktis ala om son, adalah sebuah buku yang penuh dengan rumus-rumus cepat matematika, cara pemakaiannya dan contoh-contoh soal yang akurat dan terpercaya.Ini adalah buku rumus cepat matematika yang paling lengkap yang saya susun, sangat cocok untuk siswa SMA yang mau Ujuan Nasional atau mau test masuk perguruan tinggi.


Jika anda berminat, beli sekarang juga. Harga Rp 40.000,- (sudah termasuk ongkos kirim). Khusus untuk luar Jawa, tambahkan Rp 10.000,- untuk biaya pengiriman, khusus Papua tambahkan Rp 25.000,-.  Uang bisa anda transfer di rekening
BCA cabang Bandung, nomor rekening 0161689075 atas nama Muhammad Son Muslimin.
Mandiri cabang Bandung, nomor rekening 1300009234850 atas nama Muhammad Son Muslimin

Untuk mempermudah kami dalam mendeteksi transfer anda, tambahkan 3 digit kode unik dari nomor belakang handphone anda. Misalnya nomor telepon anda adalah 081322424343, maka 3 digit angka anda adalah 343, sehingga biaya transfer anda adalah Rp 30.343,- atau Rp 40.343,-

Setelah anda transfer kirim sms ke 081322424343 atau 02291207872 dengan format
mat omson-Nama anda-biaya transfer-tgl/bulan tranfer-bank tujuan transfer-alamat anda-kode pos

Jika saya cek ternyata sudah ditransfer, maka buku akan segera kami kirim.

Kamis, 01 April 2010

Masalah matematika

Ada seseorang yang akan menjual seekor ikan LouHan , harganya : Rp 75.000,- lalu minta tolong seorang calo untuk menjualkannya di pasar.
Kemudian ada 3 anak muda yang bersama-sama mau beli ikan itu, jadi setiap orang harus mengeluarkan uang sebesar @ Rp 25.000,- !! Benar 'kan ........ ???

Setelah terkumpul Rp 75.000,- .... kemudian uang itu diberikan pada calo itu ..... masih betul kan ??
Lalu calo itu membayarkan pada pemilik ikan sebesar Rp 70.000,- ( dia motong komisi sebesar @ Rp 5.000 ) , normal
kaaan ?

Dari hasil komisi sebesar Rp 5.000,- , tidak dimakan sendiri, tapi dengan tulus hati dibagikan pada ke-3 orang pembeli itu ,
masing-masing diberi @ Rp 1.000,- = Rp 3.000,- ; sisanya Rp 2.000,- untuk si calo itu !!
Semuanya ........ masih betul kan ???

Lalu disini baru timbul permasalahannya ?????

Seperti telah diberi tahu diatas , 3 anak muda itu masing-masing mengeluarkan uang sebesar @ Rp 25.000,- untuk
membayar harga ikan .....seharga Rp 75.000,- ..... dan uang itu diberikan kepada calo itu !! Betul tidak ... ??
Kemudian 3 anak muda terima uang dari calo itu @ Rp 1.000,- (pembagian komisi calo ) - jadi tiap anak muda itu mengeluarkan uang:
Rp 25.000,- - Rp 1.000,- = Rp 24.000,- ..........
benar kan ????????
Jadi perhitungan Matematika nya :
Pengeluaran uang membeli ikan : 3 x Rp 24.000,- = Rp 72.000,- ......... betul dong ??????
Kalau ditotal sama hasil komisi yang diterima si calo itu sebesar : Rp 2.000,-
maka hasilnya : Rp 72.000,- + Rp 2.000,- = Rp 74.000,- ..... bener kan ???

Pertanyaannya : KEMANA " HILANGNYA " UANG SEBESAR RP 1.000,- ITU

sumber : sahabatku Eri Jauhari

Sabtu, 27 Maret 2010

Bilangan Pi

Bilangan yang dikenal siswa dengan 22/7 atau 3,14 hanyalah pendekatan untuk bilangan π (baca: Pi bukan Phi).

Tepatnya π = 3.14159265358979….
kalau 22/7 = 3.14285714285714…

Selisih = 0.00126448926734968… Selisihnya sih keliatannya sedikit, tetapi kalau diterapkan dalam perhitungan ketepatan rudal yg jaraknya ratusan Km maka selisih tsb jadi besar.Yang benar adalah menggunakan angka π, penggunaan 22/7 adalah untuk memudahkan dimana kita tidak harus menghafal angka π yg terdiri lebih dari 17 digit.Untuk akurasi yg tinggi tetap digunakan angka π.

Bilangan ini adalah nilai perbandingan keliling lingkaran dengan diameter lingkaran.
Perbandingan tersebut tetap untuk setiap lingkaran,berapa pun besarnya.

Lalu keistimewaan apa yang menjadikan π “raja” matematika?
Bilangan π dapat dikatakan sebagai karakteristik dari kurva lengkung.
Tanpa adanya bilangan π maka kita tidak dapat menangani dengan baik bangun bangun geometri yang memuat permukaan lengkung atau sisi lengkung, seperti lingkaran, ellips, bola, dan lain-lain.
Selain itu, bilangan π telah menimbulkan usaha yang luar biasa dalam perkembangan matematika, bilangan ini telah melahirkan pula bidang-bidang kajian yang menarik perhatian para matematikawan, seperti mencari nilai pendekatan dengan angka desimal terbanyak, meneliti sifat irasionalitas, masalah squaring a circle, transendental, normalitas bilangan, dan lain-lain.

Beberapa sifat matematik mengenai
bilangan π:
1) Luas ellips dengan sumbu mayor 2a dan minor 2b adalah πab.

2) Luas lingkaran = πr2, luas pemukaan bola= 4πr2, volum bola = 4/3.πr3 . dengan jari-jari r .


3) 180 derajat = π radian.


4) π irrasional

5) π transendental

6) π (diduga kuat) bersifat normal, distribusi angka-angkanya merata

7) π2/6 = 1/12 + 1/22 + 1/32 + 1/42 +....

8) π/2 = (2x2x4x4x6x6x.....)/(1x1x3x3x5x5x.....)

9) Nilai π dengan 100 tempat desimal pertama adalah: 3,1415926535897932384626433832795028841971693993751058209749445923078164062862089986280348253421170679

Fakta menarik lainnya adalah Anda tidak akan menemukan nol dalam 31 digit pertama pada nilai π.


Bilangan π dikenal dengan berbagai lambang pada zaman dahulu.
Al-Kasyi yang berhasil menghitung bilangan π hingga 16 desimal (terbanyak hingga zamannya) menulisnya dengan huruf “tho”, huruf ke-16 dalam huruf Arab.
Secara mengejutkan, lambang π yang kita gunakan sekarang juga huruf ke-16 dari alfabet Yunani.
Lambang π pertama kali digunakan oleh William Jones tahun 1706.

Baru setelah dipopulerkan oleh Euler, lambang π untuk perbandingan keliling dan diameter itu diterima secara luas.
Orang Babilonia dan Mesir Kuno belum secara eksplisit mengenal bilangan π, dan dalam perhitungan mereka kita dapatkan nilai untuk π yang masih kasar (belum cukup mendekati).
Baru sejak dibahas secara matematik oleh Archimedes yang mendapatkan bahwa 223/71 < π <22/7 , “pencarian” bilangan ini pun mulai mendapat perhatian serius.
Mulai dengan metode menghitung luas, penggunaan deret bilangan, trigonometri, hingga penggunaan metode peluang.
Perburuan desimal π dengan komputer pertama kali dirintis oleh komputer ENIAC (1949) yang dalam tempo 70 jam berhasil menghitung hingga 2037 tempat desimal.
Saat ini kecepatan komputer jauh lebih tinggi.
Matematikawan Jepang telah menghitungnya hingga 2 milyar desimal!

Euler pertama kali menyuguhkan masalah apakah π rasional atau bukan, termasuk aljabar atau transendental?
Masalah ini baru tuntas 107 tahun kemudian.
Bilangan π bersifat irasional (irrational number).
Dengan begitu pula, hampiran desimal yang terbaik untuk π telah menjadi bahan eksplorasi yang menggairahkan sejak berabad-abad yang lalu hingga kini.

Al-Biruni pada abad ke-11 telah menyarankan sifat irasionalitas π berdasarkan argumentasi geometrik.
Sifat irasionalitas π pertama kali dibuktikan dengan jelas oleh Lambert tahun 1767, lalu diikuti oleh bukti yang lebih baik oleh Legendre (1794).
Bilangan π juga bersifat transendental (non aljabar), artinya bilangan tersebut tidak dapat menjadi akar suatu polinom (persamaan suku banyak) dengan koefisien-koefisien bulat.
Bukti bahwa π transendental pertama kali diberikan oleh Lindemann tahun 1882.
Dengan terjawabnya sifat transendental π ini maka berakhir pula perburuan pemecahan atas masalah klasik sejak 20 abad sebelumnya, yaitu bagaimana melukis dengan jangka dan penggaris sebuah lingkaran yang memiliki luas sama dengan persegi yang diberikan (squaring of the circle).

Sumber : kelampok "SOUL-MATE-MATIKA" di facebook

Jumat, 19 Februari 2010

Pola Bilangan

Mungkin anda pernah melihat pola bilangan-bilangan yang terdiri dari 6 angka, jika kita kali dengan bilangan-bilanga tertentu maka angka-angkanya tidak berubah. Di sini akan saya bahas bilangan yang terdiri dari 18 angka , jika dikalikan dengan 2, 3, 4, 5, 6 .... sampai 18 maka susunan angka-angkanya tidak berubah. Bilangan itu adalah
z = 052.631.578.947.368.421
Sekarang jika bilangan itu dikalikan dengan 2, 3, 4, 5,.... dst sampai 18 maka akan kita peroleh sebagai berikut :
2z =105.263.157.894.736.842
3z =157.894.736.842.105.263
4z =210.526.315.789.473.684
5z =263.157.894.736.842.105
6z = 315.789.473.684.210.526
7z =368.421.052.631.578.947
8z =421.052.631.578.947.368
9z =473.684.210.526.315.789
10z =526.315.789.473.684.210
11z =578.947.368.421.052.631
12z =631.578.947.368.421.052
13z =684.210.526.315.789.473
14z =736.842.105.263.157.894
15z =789.473.684.210.526.315
16 z =842.105.263.157.894.736
17z =894.736.842.105.263.157
18z =947.368.421.052.631.578
Pola bilangan ini cukup aneh bukan?

Rabu, 20 Januari 2010

Rumus Trapesium


Pembuktian Rumus Luas Trapesium

Trapesiuma adalah segiempat yang memiliki sepasang sisi sejajar. Rumus luas trapesium sudah sangat dikenal oleh anak SD. Akan tetapi rata-rata mereka tidak mengetahui dari mana asalnya. Berikut ini akan kami jabarkan mengapa rumus luas trapesium adalah
L = 0,5 x jumlah sisi sejajar x tinggi




Perhatikan bahwa
b = x + a + y ...........................(1)
L1 = 0,5 xt ..............................(2)
L2 = at ....................................(3)
L1 = 0,5yt ...............................(4)

Ltrapesium = L1 + L2 + L3
= 0,5 xt + at + 0,5 yt
= (0,5x + a + 0,5y)t
= 0,5(x + 2a + y)t
= 0,5(a + x + a + y)t
Dengan mensubstitusi persamaan (1) maka diperoleh
Ltrapesium = 0,5(a + b) t
= 0,5 x jumlah sisi sejajar x tinggi

Minggu, 17 Januari 2010

Belajar Matematika

Seorang siswa mennyatakan keluhannya kepada gurunya.
Siswa : "Pak, kenapa ya saya kok tidak bisa matematika?"
Guru : "Kamu sih, tidak belajar"
Siswa : "Saya tiap hari belajar pak"
Guru : "Sampai jam berapa belajarmu?"
Siswa : "Sampai jam 2 malam pak"
Guru : "Wah hebat sekali ya, tapi kenapa kamu masih tidak bisa ya?"
Siswa :"Saya tidak tahu Pak"
Guru :"Itu tiap hari belajar sampai jam 2 malam, belajar maematika engga?"
Siswa : "Belajar matematika pak. Malahan saya hanya belajar matematika."
Guru :"Mulainya jam berapa ?"
Siswa : "Jam 2 kurang seperempat".



Link : Pythagoras

Buku Terbaik

toko buku online

Income Dahsyat